An urban lady diary

Branded VS Unbranded

on
Saturday, December 15, 2012
In my dorm room, Now playing: Jessie J - Price Tag

Nowadays, semakin banyak orang yang menjadi fake. Mereka berusaha untuk membohongi diri mereka sendiri, nah loh!. Walau nih ya untuk menyenangkan diri sendiri, mereka tipu-tipu diri mereka sendiri, bleh!. Yeah, I know we live in absurd world today!.  Gimana mau nyaman sama diri sendiri kalo kerjaannya tipu diri sendiri. Contohnya sekarang yang lagi nge hip itu dengan menggunakan barang branded yang palsu ato KW ato you name it lah, as if it looks original but not!. Most of them wear that goods in order to look stylish. FYI ya guys, stylish is not about you wear branded thingy but about how you wear something that fit on your body and look cool. Gak semua pakaian ato barang yang lagi nge trend itu cocok digunakan sama kita loh, beware!. Ngikutin tren sah-sah aja asal tauk sikon dan bisa ngehargain hasil karya orang aja kalik ya.

Dulu sebelum saya berpenghasilan sendiri, I admit I ever bought some fake branded things. Untuk case saya alasannya bukan untuk kelihatan stylish tapi karena harganya jauh lebih murah dan emang terlihat pride nya tinggi kalo pake barang tersebut (that's the tipu diri sendiri thing). I know it was so corny and shallow. Tapi seiring saya dewasa (ciehhhh...) dan berpenghasilan sendiri juga semakin menghargai arti uang itu saya mulai belajar untuk tidak beli barang aspal. Karena saya tau betapa sakitnya hasil karya kita dijiplak terus diperjualbelikan gitu aja. I prefer to buy karya lokal daripada harus beli barang aspal. Barang aspal itu belum tentu kualitasnya bagus loh, mending barang lokal yang gak kalah bagus dan kualitasnya oke.

Dan ketika saya senang mengkampanyekan mending beli local goods dengan affordable price daripada barang aspal, banyak yang mencibir. Katanya, kan orang-orang juga gak akan tahu itu palsu atau gak...kan yang penting gaya dan nge tren (Here the shallow part!). Okayyy...emang sih mereka yang liat gak akan grepe-grepe dan meriksa apa yang kita pakai itu palsu atau gak. But it's about gimana kamu ngehargain diri kamu sendiri dan karya orang lain. Dengan memakai fake things kamu sama dengan ngebohongin diri sendiri. Dan pernah gak sih kalian mikir kalo para desainer-desainer itu butuh proses yang gak gampang untuk brainstorming dapetin desain yang baru.

Yang penting kan bukan apa yang kamu pake, tapi gimana cara kamu untuk present your self to the world. Jangan sampe apa yang kamu gunakan itu outshine you malah. Yang ada orang-orang gak akan aware akan kamu malah aware sama yang kamu pake, contoh: eh kamu kenal gak sama si X yang suka pake tas bottega...see?. Saya pernah baca buku Hermes Temptation (english version) yang bikin saya serasa ditampar, di sana di ceritain gimana orang-orang ngebangun self image melalui barang branded dan yang kejadian mereka malah tenggelam dalam ketenaran barang yang mereka pakai. Dan emang ya orang indo itu lebay dalam memperlakukan branded things mereka which is beda banget sama orang luar sana. Contohnya: orang sana kalo pake branded bag yauda mereka aka memperlakukan selayaknya tas, ditaruh bawah, ditenteng sana sini, dan kadang kalo ujan dijadiin penutup kepala mereka supaya ngelindungin diri mereka. Kalo orang sindang, tas branded gak bole taruh dibawah...naik kasta deh pokoknya, terus kalo ujan mending orangnya yang keujanan daripada tasnya yang kena air, ngakak. Ada lagi cerita, orang yang tentengannya prada tapi kalo ke salon permintaanya banyak amir dan ogah banget ngasih tips (Yeah I know, these people called as social status seeker).

Dengan meng educate diri sendiri untuk gak beli barang fake (walau sekarang masih beli dvd korea bajakan,haha...tapi kalo dvd Indo saya beli yang ori loh, malu sama diri sendiri), saya lebih belajar untuk menghargai arti uang dan use it wisely. Saya lebih menghargai karya orang dan saya merasa more proud to my self because I use original and good quality thing. I don't lie to my self. Saya juga lebih kreatif dengan memadu madankan apa yang saya punya. Dan semakin mendorong saya untuk membuat produk sendiri...wish me luck guys :) . I'll give Indonesia more product with good quality, I am on my way to give you a good name Indonesia.




3 comments on "Branded VS Unbranded"
  1. so much for others opinion yak, sampai mengorbankan kenyamanan sendiri. tapi beneran kalo udah inget tujuan finansial (halah) mau beli barang yang branded malah males :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha...iya mbak, kadang kalo uda inget financial planning harus bener2 nahan buat beli yang branded dengan harga selangit. Akhirnya nyari alternatif buat beli local goods. Sekarang uda banyak barang lokal yang bagus2 mbak, jadi variasi untuk belanja lebih banyak :D

      Delete
  2. great post.
    still learning not to buy the fake one :D

    ReplyDelete

Custom Post Signature

Custom Post  Signature