An urban lady diary

The Heart Who Choose

on
Friday, August 16, 2013
Now playing: Bruno Mars-Natalie

Hidup itu harus memilih, yes it's true!. Mau milih jadi orang baik atau jahat, mau makan pizza atau ayam, mau jadi dokter atau pengusaha. And if you want your life still run well you must choose one of the avalaible options. Memilih itu memang sulit apalagi kalau pilihan yang tersedia sama-sama berat pertimbangannya. Memilih itu termasuk dalam proses decision making and it's hard. Perlu dipikirin matang-matang supaya gak regret dibelakang. Aku termasuk orang yang gak mau menyesalkan apa yang sudah diputuskan atau dijalani, aku belajar untuk harus bersyukur, aku percaya ada rencana Allah yang indah yang belum kita ketahui. Sebagai manusia dan hambaNya yang penuh dengan kekurangan maka kita hanya bisa berusaha dan berdoa, and let God do the rest.

Beberapa waktu lalu ada offering dari PT. XYZ, PT. XYZ offered me some benefit that I thought it was big opportunity for me and the craziest thing is dia mau bayarin penalti akuuuuuu....WOW sekali kan, jarang-jarang ada yang mau bayarin penalti karena masih terikat kontrak. Manusia mana yang tak tergiur, apalagi di tempat itu aku bisa enhance my career and my skill. Lingkungan kerjanya juga kompetitif. Portfolio karirku bakal bagus kalau sampai kerja di sana dan dapat menaikkan level karir ku ke tingkat selanjutnya.

Tapi eh tapi, aku sekarang sudah mulai berpikir dengan dua kepala walau belum bersatu. Tetapi kepala yang satunya perlu juga diajak ngomong karena berhubungan dengan bersatunya dua kepala ini nanti ke depannya. Long story short, sampe pada kesimpulan I must not accept this offering. Whyyyy? First kontraknya kelamaan bokkk, kalo kelamaan terus kapan kedua kepala ini bersatu. Second, penaltinya mahal amir kalo mau keluar melanggar kontrak. Third, this job needs high mobility person, mau traveling ke sana ke mari, nah kalo gini bisa tetep LDR an dong walau sudah bersatu, males banget kan (padahal aku berkomitmen ga mau LDR setelah nikah, period!).

Berat sih emang dengan final decision ini, tapi setelah ngomong dengan inner voice ya emang aku nyaman and feels right dengan keputusan ini. Aku tau aku melewatkan big chance for my career (tau sendiri aku orang yang ambisius dengan semua goal yang dipengen), but it doesn't mean I won't pursue my dream anymore, big NO!. I will always embrace my dreams. There are many ways to pursue my dream. If there is a will there is a way ya gak gaes?. Kenapa juga akhirnya mengikhlasken, ya karena aku sekarang sudah memasuki tahap I need somebody to lean on, to discuss together, to share the joy and sorrow, to understand me in the silence. Kalo milih offering tersebut ya aku nya nanti gak bisa menggoalkan keinginan bersama somebody itu donggg. Bisa sih ditunda setelah kontrak selese, tapi ya tapi aku tak sanggupppppp (sambil ngitung umur juga). Aku pun berpositip thinking, toh katanya dengan menikah dapat membuka pintu rezeki (aminnnn YRA), ya mudah-mudahan ada rezeki yang lain yang lebih baik buat aku nantinya. Menikah itu kan dapat menyempurnakan separuh agama. Mungkin aja nanti ada tawaran dari McK*, atau BC*, atau Del* ya gak? aminnnnn...... (mudah-mudahan HR nya ada yang baca ini blog terus eik direkrut gitu)

Untungnya si the other head ini bisa aja menghiburku dikala galau dan bimbang:

me: aku gak nerima ya jadinya
the other head: iya
me: jadi aku kontraknya sama kamu aja ya
the other head: mau berapa lama?
me: loh kok ditanya berapa lama...berarti ada akhirnya dong
the other head: ya kamunya tanya kontrak...harusnya nanya jadi kapan aku dipermanenin sama kamu...gitu benernya
me: *mesem-mesem* *ketawangakak*

Sekali lagi dia bisa jadi role model buat aku, dia ngomong kalo definisi sukses itu bisa membahagiakan orang yang dia sayang dan bisa berguna buat orang banyak. Jawabannya gak self center sekali yah, beda sama aku yang pasti kebanyakan dipenuhi dengan goal-goal pribadi. I agree with him, aku bisa sukses di mana aja as long as I work smarter and harder then pray. I love this quote ( I found it when I read woman forum), it can burn my energy: 

"Cheat on your fears, break up with your doubts, and get engaged with faith, so that one day you can say, "I'm marrying my dreams" " - fleurie

In the end, hati yang milih semuanya ya gaes kalo otak uda kebingungan mau yang mana....
2 comments on "The Heart Who Choose"
  1. eluproogg itu si other head maniss kaliii.. mau uwel-uwel dooong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manisss donggg...apalagi dia sekarang gundul dan rajin pitnes (hwahahaha) jadi kepalanya tambah kayak permen cha2 itu lo...manisssss

      Delete

Custom Post Signature

Custom Post  Signature