An urban lady diary

Aku DiPHP-in

on
Monday, September 9, 2013

Pict from here
Let me tell you something ya, nonton pilem serial itu sometimes bikin jengkel bikin gregetan. Gimana enggak coba kalo waktu episode terakhir nya bikin penasaran banget dan kita harus nunggu season selanjutnya. I am the serial watcher gitu. Ya kan daripada nonton sinetron yang isinya ababil bermasa depan suram yang hobinya pacaran melulu itu ya #tukangcela. Ya bukan gak cinta sama buatan dalem negeri, tapi masak ya kita dipaksa untuk nonton sesuatu yang gak berkualitas, wasting time dan bisa menurunkan IQ #sombong . Tapi kualitas tontonan sinetron kita sekarang emang penurunan banget lo. Dulu masih jaman aku kecil aku masih sering nonton sinetron. Sebut saja panji millenium, saras 008, noktah merah perkawinan (ikutan emak nonton), nada, dll. Sinetron sinetron tersebut masih bagus dari segi cerita dan gak lebay sampe kalo melotot matanya kayak mau copot. Yasutra omongannya sudah menyimpang dari apa yang mau diomongin ini, about sinetron matters ini dibahas dilain kesempatan aja kali ya, panjang urusannya hahaha.

Jadi sekarang aku ngikutin serial revolution, pertama mau nonton uda underestimate nih film bakal ngebosenin karena episode nya yang banyak dan di episode episode awal uda ketauan motif si penjahat dan mana jagoannya. Ternyata walau uda diungkap di awal awal, nih serial mampu menyajikan twist yang apik dan bikin aku cuma bisa ngomong lah kok gini loh kok gitu, surprise, speechless. Dan apa yang aku tebak dan harapkan untuk terjadi pada serial ini malah gak kejadian dan menjadi cerita yang lain. Pertamanya aku juga jengkel sama tokoh ceweknya itu yang lemah lemah gak jelas yang masih menye tapi sok berani. Dan ternyata setelah mendalami karakternya *cieee* jadi tau maksud dari karakternya itu. Konsep cerita dari serial ini uda bagus, yaitu tentang keadaan dunia ketika energi listrik tiada. Mbok repot ya gak ada listrik, apalagi kita aku orangnya gak mau rempong ya. Dan sekarang tools tools yang kita pake attachable banget kan sama listrik.

Yang aku kesel dari film ini ialah sometimes I want the antagonist just stay to be the antagonist, don't switch it!. Iya aku kesel mak sama karakter tokohnya yang berubah, soalnya uda sreg banget sama dia meranin jenderal jahat, lebih seksi gimana gitu *salah fokus* . Uda gitu ada cerita masa lalu tokohnya yang gak diungkap jadi sebagai orang yang kepo aku kan merasa jengkel ya. Ditambah lagi akhir episode season satu ini bikin penasaran banget. What will happen to the world karena senjata untuk membumihanguskan sudah dilaunch. Yasud selamat menunggu next season deh untuk saya.
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature